Ibnu Al-Kasysyab

Nama lengkap : Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Ahmad Al-Kasysyab an-Nahwi

Pada masanya Ibnu Al-Kasysyab dikenal sebagai seorang yang serba bisa. Dalam dirinya terdapat kehausan intelektual yang tak pernah terpuaskan. Diantara para guru yang pernah membimbingnya adalah Al-Jawaliki dan Abu Sa’ada Ibnu asy-Syajari. Namun karena merasa tak puas dengan apa yang mereka ajarkan, Ibnu Al-Kasysyab kemudian memutuskan untuk mengikuti bimbingan dari hampir semua tokoh intelektual yang ada pada zamannya.
Ia banyak belajar ilmu-ilmu keislaman seperti al-Faraid, nasab dan sebagainya. Selain itu tata bahasa Arab dan hadits, juga ia kuasai. Satu lagi keistimewaan Ibnu Al-Kasysyab adalah ia memiliki pengetahuan luas mengenai aritmatika, geometri, logika dan filsafat.

Diantara karya-karya Ibnu Al-Kasysyab

1. Sebanyak empat buah Radd (sanggahan yang sekaligus membuktikan kesalahan). Buku ini merupakan hasil refleksi dan reaksinya terhadap segala sesuatu yang pernah dibaca dan diajarkan kepadanya. Diantara beberapa Radd itu, seperti Radd Ibnu Babasyadz, Radd Abu Zakariyya at-Tibrizi, Radd Abu Sa’ada Ibnu asy-Syajari, dan sebagainaya.
2. Syarh (penjelas) sebanyak tiga buah, penjelasan berbagai sanggahan yang dilakukannya terhadap segala sesuatu yang pernah ia baca dan ia pelajari. Diantaranya seperti syarh terhadap Kitab al-Jumal al-Kabir, syarh terhadap kitab al-Luma’ fi an-Nawh karya Ibnu al-Jinni, syarh terhadap Mukaddimah fi an-Nawh dari ibnu Hubayra dan syarh terhadap kitab al-Jumal fi an-Nawh karya abdul Kahir Al-Jurjani.

Al-Khuyandi

Nama lengkap : Abu Mahmud Hamid bin Al-Khidr Al-Khuyandi

Al-Khuyandi terkenal sebagai ilmuan astronomi dan matematika. Ia mewariskan sejumlah karya ilmiah di bidang astronomi dan matematika terutama geometri.
Astronom dan matematikawan spesialis geometri ini pintar merancang bangun sebuah sfera perlengkapan militer dan perlengkapan lain. Untuk merekayasa semua instrumen tersebut, tentunya Al-Khuyandi telah habis-habisan berlatih dalam berbagai masalah teoritis bidang-bidang terkait. Dan salah satunya adalah menyangkut tata letak rancangan sebuah astrolabe.
Dari eksperimen-eksperimen itulah Al-Khuyandi berhasil menentukan setidaknya dua metode, seperti yang diungkapkan oleh Abu Nash Mansur , untuk menetukan posisi dan lingkaran-lingkaran azimut pada astrolabe melalui titik potong.
Disamping itu ia juga mengobservasi planet-planet untuk dipersembahkan hasilnya kepada Fakhr Al-Dawla.

Diantara karya-karya Al-Khuyandi

1. Al-Suds al-Fakhri, karya ini adalah karya Al-Khuyandi yang terpenting dalam sfera instrumen-instrumen astronomisnya. Karya ini dirancang untuk menentukan kemiringan ekliptik. Dengan karya ini, Al-Khuyandi mengambil ketinggian meridian di titik balik matahari musim kemarau dan di titik balik matahari musim dingin pada tahun 384H/994M.
2. Risalah fi al-Mayl wa Ard al-Balad, yaitu buku mengenai berbagai macam observasi yang dilakukan dengan menggunakan instrumen.
3. Al-Zij al-Fakhri, yaitu buku yang menjelaskan tentang observasi yang dilakukan Al-Khuyandi terhadap planet-planet alam semesta.

Al-Khasi

Nama lengkap : Ghiyath Al-Din Jamshid bin Mahmud Al-Khasi

Al-Khasi terkenal sebagai ilmuan astronomi dan kalkulus. Ia adalah guru besar dalam bidang matematika dan astronomi di Universitas Samarkand. Dialah orang yang menetapkan dasar kunci aritmatika, yang menjadi penemuan ilmiah yang paling penting dalam ilmu metematika pada abad modern ini.
Karyanya banyak digunakan oleh ilmuan-ilmuan modern pada zaman berikutnya. Ia berhasil menentukan besarnya nilai bilangan phi dengan ketepatan dan kecermatan yang nyaris sempurna.
Pada tahun 819 H/1419 M, yaitu tahun yang menjadi tahun yang paling menentukan dalam hidupnya, tatkala ia berhasil menyelesaikan sebuah risalah tentang peralatan-peralatan astronomis yang kemudian dipersembahkan kepada Pangeran Iskandar dari Aka-Koyunlu.
Selain itu pada tahun ini ia juga meyudahi versi bukunya Nuzhah al-Hadaiq, serta memperoleh kehormatan diundang secara khusus oleh astronom Ulugh Bek, agar ia menetap di Samarkand yang mana sebagai markas pusat astronomi Ulugh Bek.

Diantara karya-karya Al-Khasi

1. Sullamus Sama’I (Tangga Langit), buku yang membahas soal-soal ukuran dan jarak benda-benda langit.
2. Risalah al-Muhithath, Nisbathul Qathri ila Muhith, yaitu risalah yang berkaitan dengan alam semesta.
3. Risalah at-Witr wa al-Jaib, yaitu risalah yang menerangkan tentang garis serong pada tiga segi lurus.
4. Kitab Nuzhah al-Hadaiq, yaitu buku yang menerangkan cara membuat penaggalan bintang-bintang, jaraknya dari bumi dan hal-hal yang berhubungan dengannya.
5. Miftah al-Hisab, dalam buku ini disuguhkan berbagai urutan daftar hasil karyanya beserta klasifikasinya, serta penjelasan terperinci mengenai soal-soal matematika.
6. Al-Asas, yaitu buku yang menjelaskan tentang cara menemukan garis hitungan.

Al-Karaji

Nama lengkap : Abu Bark Muhammad bin Al-Hasan Al-Karaji

Semenjak kecil Al-Karaji telah berani menentang keganasan Baghdad, ibu kota Irak, terbukti akhirnya ia sukses menaklukkannya. Bahkan di kota inilah ia menduduki posisi-posisi penting di bagian administrasi pemerintahan sambil menyusun karyanya.
Tak terbantahkan bahwa Al-Karaji mempunyai sumbangsih yang sangat besar bagi perkembangan ilmu matematika modern. Ia orang yang mengembangkan studi tentang perbedaan pangkat-pangkat besaran yang tidak diketahui. Ia juga mencoba memaparka aturan penjumlahan pangkat-pangkat dan memperluas arti pangkat aljabar suatu kuantita, pangkat yang boleh ditetapkan melalui pengulangan, hingga kebalikannya,yang akhirnya melahirkan aturan tentang pangkat integral.

Diantara karya-karya Al-Karaji

1. Al-Fakhri fi al-Jabr wa’l Muqabala, buku ini selanjutnya didalami F.Woepeke. Dalam buku ini Al-Karaji menyajikan studi tentang pangkat berulang dari sebuah binomial.
2. Al-Badi fi al-Hisab, di dalam buku ini Al-Karaji mencoba mengembangkan titik-titik tertentu yang diberlakukan oleh Euclides dan Vicomachus, bahkan memberi tempat istimewa pada operasi-operasi aljabar. Disini untuk pertama kalinya, ia menguraikan secara amat rinci teori pencabutan akar kuadrat sebuah polinomial dengan suatu bilangan yang tak diketahui.
3. Al-Kafi fil Hisab, memuat tentang penggunaan fungsi-fungsi,dan semacam aritmatika, aljabar dan geometri. Buku ini didasarkan pada proses-proses kalkulus mental yang disebut al-hawa’I dalam Ibnu Samh.
4. Inbat al-Miyah al-Khafiyya, berwujud sebuah buku pedoman yang cemerlang mengenai suplay air hidrolik. Berikut ini juga memuat sejumlah catatan autobiografi dan serangkaian diskusi mengenai konsep-konsep relatif terhadap geografi dunia semesta.

Al-Kalasadi

Nama lengkap : Abu Al-Hasan Ali Muhammad bin Al-Kurashi Al-Basri Al-Kalasadi

Al-Kalasadi selain terkenal sebagai ilmuan matematika juga dikenal sebagai ahli hukum. Pada mulanya Al-Kalasadi hanya menekuni beberapa suyek pelajaran di kampung halamannya, misalnya dengan megikuti pelatihan-pelatihan dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan faraid (ilmu kewarisan). Semuanya dibawah bimbingan Ali bin Musa. Namun setelah itu, ia putuskan untuk hengkang ke ibu kota Granada menuntut ilmu pada Abu Ishak Ibrohim bin Futuh dan Imam Abdullah Al-Sarakusti.
Dari mereka inilah Al-Kalasadi memperoleh pengajaran-pengajaran khusus dan terancang jauh kedepan. Abu Ishak menuntunnya memasuki dunia filsafat dan Al-Sarakusti membimbing Al-kalasadi dengan segala rupa ilmu pengetahuan hukum islam lewat tinjauan dari beberapa segi. Setelah merasa cukup, Al-kalasadi pindah ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan sekaligus memperdalam ilmu dan wawasan.
Jasa Al-kalasadi dalam bidang matematika yang dapat dicatat diantaranya adalah mengenai penggunaan pertama sebuah simbolisasi yang ia pakai secara meluas dalam membawakan dan menuliskan persamaan-persamaan.

Diantara karya-karya al-Kalasadi

Aritmatika dan aljabar
1. Gunyat dhawi’l albab fi Sharh Kash al-Jilbab
2. Inkishaf al-Jilbab ‘an Funun al-Hisab
3. Kanun al-Hisab wa Qunyat dhawi’l albab
4. Kashf al-Asrar ‘an ‘ilm al-Ghubar
5. Kashf al-Jilbab ‘an ‘ilm al-Hisab
6. Risala fil ma’ani ’l-Kasr wa’l bast
7. Risala fil ma’arifat istakhraj al-Murakkab wa al basit
8. Sharh al-Urjuza al-Yasminiyya
9. Shash dhawat al-Asma
10. Shash Talkhis Ibnu Al-Banna
11. Tabsirat al-Mubtadi bi’I kalam al-Hindi
12. Al-Tabsira al-Wadiha fi Masa’il al-‘Adad al-La’iha

Ilmu faraid (ilmu kewarisan)
1. Bughyat al-Muhtadi wa Ghuniyayt al-Muntahi
2. Al-Daruri fi ‘ilm al-Muwarith
3. Al-Khuliyyat fi al-Fara’id
4. Lubab Takib al-Mawaris wa Muntahii Ukul al-Bawahith
5. Al-Mustawfi masa’il al-Hawfi
6. Takrib al-Mawarith wa Tanbih al-Bawaith

Hadits Hukum MazhabMaliki dan buku-buku tentang Rasulullah
1. Ashraf al-Masalik ila Mazhab Malik
2. Hidayat al-Anam li Sharh Kawaid al-Islam
3. Sharh al-Burda
4. Sharh Hikam Ibnu Ata Allah
5. Sharh al-Ahwal al-Saniiya fi al hadith
6. Sharh Hubb al-Azhar
7. Sharh Mukhtashar Khalil
8. Sharh Majaz Ibnu al-Barri
9. Sharh Majaz Abi Arm bin Manazur fi Asma al-Rasul
10. Sharh Majaz al Kurtubi
11. Sharh al-Risala

Tata bahasa ilmu persajakan dan sebagainya
1. Ghuniyat al-Nuhat
2. Sharh al-Jarruaniyya
3. Sharh al-Jumal
4. Sharh Mulhat al-Irab
5. Mukhtasar fi al-Arud
6. Sharh al-Khasrajiyya
7. Buku komentar tentang Elsagoga
8. Sharh dan Urjuza-nya Ibnu Futul
9. Rihla

Abu Mansur Al-Baghdadi

Nama lengkap : Abu Mansur Abdul Qahir Ibnu Tahir Ibnu Muhammad Al-Baghdadi

Al-Baghdadi terkenal sebagai ahli sejarah, filsafat, teologi dan matematika. Seluruh karya-karyanya ditulis dalam bahasa Arab.
Di masa hidupnya, kawasan Khurasan identik dengan nama Al-Baghdadi sendiri, sebab boleh dikatakan hampir semua ilmuan yang berada di kawasan tersebut adalah hasil didikan dan asuhannya. Bahkan juga di sebuah kota yang ia mungkimi untuk beberapa lama, Nishapur, menjadi semacam tempat pelatihan guna mencetak kader-kader dengan kualitas sumber daya manusia yang bernilai maksimal di mata dunia.
Di kedua kota itulah Al-Baghdadi menempa dan melatih para cendekiawan muda dengan menyalurkan sejumlah ilmu yang ia kuasai. Dimana ada tujuh subjek ilmu yang di kuasainya, meliputi prinsip-prinsip dasar aritmatika, teologi, ilmu hukum, matematika, ilmu faraid dan sebagainya.
Ilmu yang pertama kali ia dalami adalah ilmu kesusastraan dan hukum yang mana kemudian dapat ia kuasai dengan baik.
Disamping itu, Al-Baghdadi juga pernah membincangkan masalah-masalah keislaman dan disudahi dengan eksposisi perihal kepercayaan dan keyakinan kaum ortodoksian.


Diantara karya-karya al-Baghdadi
1. Kitab al-Farq Bayn al-Firaq, sebuah buku yang menjelaskan tentang schism, sekte dan at-Takmil, yaitu buku yang membahas cara pamecahan dan problem warisan.
2. Kitab al-Milal wa al-Nihal, sebuah buku mengenai teologi yang mana membahas sebuah risalah sistematik yang diawali dengan sifat dasar pengetahuan, penciptaan, bagaimana mengenal sang pencipta dan lain-lain.
3. The Errors of Abu Hudhayl
4. The Errors Ibnu Karam

Ibnu Al-Banna

Nama lengkap : Abu Al-Abbas Ahmad Muhammmad bin Ustman Al-Azdi Ibnu Al-Banna Al-Marukkushi

Al-Banna adalah seorang sarjana Maroko yang serba bisa. Namanya sangat terkenal, terutama karena keahliannya di bidang matematika, astronomi dan astrologi. Mula-mula ia belajar ilmu-ilmu tradisional seperti bahasa Arab, tata bahasa, hadits, fiqh dan tafsir Al-qur’an di kampung halamannya. Setelah itu ia diperkenalkan dengan matematika dan ilmu kedokteran oleh guru-guru pembimbingnya.
Ibnu Al-banna digambarkan sebagai seorang yang datang dari tempat jauh bersama dengan reputasinya yang cemerlang sebagai seorang ilmuan dan seorang sufi, terutama sebagai orang yang punya andil dalam memelihara tradisi matematika dan astronomi di Barat. Ia telah membuat beberapa rumus aljabar tingkat tinggi, khususnya perhitungan yang melibatkan pecahan-pecahan dan akar-akar pangkat dua.
Selain itu ia juga diketahui sebagai seorang ahli magic yang mampu melakukan hal-hal yang luar biasa. Ini dapat ia lakukan dengan cara penerapan pengetahuan ilmiahnya. Satu hal lagi yang menjadi keistimewaannya adalah kerendahan hatinya,keahlian dan kealimannya.

Diantara karya-karya Ibnu Al-Banna

Karya-karya Al-Banna memiliki variasi cabang ilmu yang berbeda-beda yaitu tata bahasa, bahasa retorika, fiqh, ushuludin , tafsir al-qur’an, logika, magic, pembagian warisan, astronomi, meteorology, dan yang paling utama adalah matematika.
1. Talkhis fil Amal al-Hisab
2. Risalah fil Ilm al-Masah
3. Al-Muqalat fi al-Hisab
4. Tanbih al-Albab
5. Mukhtashar Kafi li al-Mutallib
6. Kitab al-Ushul al-Muqaddamatfi al-Jabrwa al-Muqabala
7. Kitab fi al-Jabr wa al-Muqabala
8. Kitab Minhaj li Ta’dil al-Kawakib
9. Qanun li Tarhil asy-Syams wa al-Qamar fi al-Manazil wa ma Kifat Auqat al-Lain wa al-Nahar
10. Kitab al-Yasar Taqwim al-Kawakib as-Sayyara
11. Madkhal an-Nujum wa Taba’I al-Huruf
12. Kitab fi Ahkam al-Nujum
13. Kitab al-Manakh

Al-Kharki

Nama lengkap : Abu Bakar Muhammad bin Husein Al-Hasib Al-Kharki

Al-Kharki terkenal sebagai ahli matematika, aritmatika, aljabar dan geometri. Al-Kharki memiliki banyak karya yang sangat bermanfaat bagi ilmuan-ilmuan modern. Karyanya yang banyak digunakan adalah mengenai teori alajabar dasar disertai penerapannya pada persamaan-persamaan tertentu, khususnya pada soal-soal yang berkaitan dengan bilangan-bilangan rasional positif.
Melalui karya-karyanya, Al-Kharki telah memberi sumbangan yang sangat besar terhadap ilmu pengetahuan, khususnya dalam biadang matematika. Diantara sumbangannya yang tampak nyata adalah beberapa teori tentang aljabar.

Diantara karya-karya Al-Kharki
1. Syarh al-Kafi fi al-Hisab, karya ini telah dikaji secara mendalam oleh seorang sarjana Jerman, A.Hocheim pada tahun 1877-1880.
2. Al-Fakhri fi al-Jabar wa al-Muqabalah, karya ini telah dianalisa oleh W.Wopcke, seorang sarjana Prancis didalam bukunya Extraits on Fakhri, Traite de Algebre pada tahun 1853.
3. Inbat al-Miyah al-Khafiyyah, sebuah buku fisika yang telah ia terbitkan di Hyderabad India tahun 1355.
4. Al-Baq fi al-Hisab, karya ini merupakan pengembangan dari Al-Fakhri fi al-Jabar wa al-Muqabalah.

Al-Khazin

Nama lengkap : Abu Ja’far Muhammad bin Muhammad Al-Husayn Al-Khurasyani Al-Khazin

Khazin adalah seorang astronom dan ahli matematika yang berasal dari Khurasan. Ia adalah salah seorang anak didik Abu Al-Fadh Ibnu Al-Amid, salah seorang mentri dari Rukn ad Dawla pada dinasti Buwayhi di Rayy.
Al-khazin adalah orang yang menetapkan kembali iklinasi ekliptika dan menyelasaikan sebuah masalah yang telah lama diperdebatkan semenjak zaman Archimedes yang sangat mencengangkan Al-Mahani , yaitu masalah pembagian bola dengan sebuah bidang datar dalam suatu rasio yang ditentukan , yang dengan mudah ia selesaikan dengan menggunakan persamaan pangkat tiga.
Sebagai seorang astronom, Al-Khazin diketahui banyak melakukan observasi astronomis serta dikenal pula sebagai ilmuan yang tangkas mengaitkan antara penetapan yang satu dan penetapan yang lainnya yang menyangkut kemiringan ekliptik .
Hal lain yang menjadi keahlian Al-Khazin adalah kemampuannya dalam penetapan iklim bagi daerah-daerah yang berkaitan dengan tujuh macam iklim.

Diantara karya-karya Al-Khazin
1. Kitab al-Masail al-Adadiyya, kitab ini dicantumkan oleh ibnu Al-Qifti dalam Al- Fihrist edisi Kairo.
2. Matalib Juziyya mayl al-Muyul al-Juziyya wa al-Matali fi al-Kura al-Mustakima
3. Kitab Sakl al-Katta
4. Zij al-Safa’ih, ini adalah sebuah karya tulisnya di bidang astronomi dan dipersembahkan kepada Ibnu Al-Amid.
5. Sir al-Alamin , dalam buku ini Al-Khazin mengajukan sfera-sfera sebagai solid serta mengembangkan gagasan-gagasan Ptolemaious.

Abu Kamil Suja

Nama lengkap : Abu Kamil Shuja’ bin Aslam bin Muhammad bin Shuja’Al-Hasib Al-Misri

Abu Kamil Suja’ merupakan penerus Al-Khawarizmi dan dikenal sebagai ahli aljabar tertua yang karyanya banyak bertebaran, sehingga ia tergolong sebagai salah seorang ahli metematika terbesar abad-abad pertengahan islam.
Tulisan-tulisan tentang geometripun memberikan pengaruh dan kontribusi besar terhadap geometri Barat, terutama uraian-uraian alajabar terhadap soal-soal geometrik.
Dalam risalahnya tentang Al-Jabar, Abu kamil Suja’ menekuni suatu bab mengenai al-Jabar dengan membentuk analisis dan menyusun beberapa metode yang halus dan menabjubkan.
Abu Kamil Suja’ mengikuti Al-Khawarizmi, namun dalam banyak hal ia jauh mengungguli para pendahulunya. Bahkan ia berani mengadakan penambahan dan pengurangan dari akar-akar kuadarat yang hanya melibatkan bilangan-bilangan irasional, yang dilakukan oleh matematikus-metematikus sebelumnya.

Diantara karya-karya Abu Kamil Suja’
1. Al-Fihrist, sebuah daftar buku -buku matematika dan astrologi, memuat dua buah karya yang berjudul Kitab fi al-Jam wa at-Tafrik yang mana diterjemah kan ke dalam bahasa latin oleh F.Woopeke dengan judul Augmentum et Diminutio yang terdapat dalam buku Liber Augmenti Dimiutionis dan Histoire des Sciences Mathematiques en Italie serta karya kitab al-Khata’ aya.
2. At-Ta’rif, telah diterjemahkan dan dikomentari oleh H.Suter menjadi Das Buch der Sletenheiten der Rechenkunst von Abu Kamil al-Misri.

Al-Khawarizmi

Nama lengkap : Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi
Lahir : Khawarizmi, tahun 194 H / 780 M

Al-Khawarizmi adalah orang muslim pertama yang berperan dalam bidang matematika. Dapat dikatakan bahwa seluruh karya-karya yang diciptakan oleh Al-Khawarizmi disusun selama pemerintahan Khalifah Al-Ma’mun(813-833).


Al-Khawarizmi dan Metode perhitungan India
Al-Khawarimi telah memperkenalkan angka-angka india dan metode-metode perhitungan India pada dunia islam. Karya-karya Al-Khawarizmi mengenai ilmu hitung india dan tabel-tabel astronomi tertua telah diterjemahkan oleh Adelard pada abad ke -12.

Riwayat angka nol
Angka nol atau kosong dalam bahasa arab disebut sifr. Sebelum angka nol diciptakan dan ditemukan oleh orang muslim, orang kebanyakan menggunakn abacus sempoa yang mana berbentuk daftar yang merupakan jadwal dan menunjukkan satuan, puluhan dan ratusan. Gunanya adalah untuk menjaga agar setiap angka tidak saling bertukar dari tempat yang telah ditentukan. Sayang sekali bahwa abacus ini kurang popular dikalangan pemakainya. Orang malah meninggalkannya dan berganti memakai penemuan Al-Khawarizmi. Dengan menggunakan angka nol hasil penemuan Al-khawarizmi ini , kita dapat dengan mudah menghitung puluhan, ratusan, ribuan dan seterusnya.

Jasa Al-Faraid
Di dalam bidang Al-Faraid ini Al-Khawarizmi memiliki peran yang besar dalam pengembangannya. Didalam ilmu ini banyak ditemukan berbagai macam bentuk pecahan yang mana merupakan hasil pengembangan Al-Khawarizmi sendiri. Dengan menggunakan pecahan tersebut, maka akan dengan mudah menentukan pembagian dari harta warisan.

Tabel Astronomi
Sebagai seorang ilmuan astronomi, Al-Khawarizmi dikenal sebagai salah satu tokoh pendiri Astrolabe dan telah menyusun kurang lebih seratus tabel tentang bintang.

Kontribusi Al-Khawarizmi di bidang Geografi
Salah satu karya Al-Khawarizmi di bidang Geografi yang masih tetap di pertahankan adalah tentang penaggalan yahudi , Istikhraj Tarikh Al-Yahudi. System penaggalan tersebut memberikan gambaran akurat siklus setiap sembilan belas tahunan dengan tujuh bulan intercalasi. Karya yang kaya akan informasi ini, membentuk suatu petunjuk tertua yang menyangkut penaggalan yahudi.


Sinus, kosinus, Tangen, Kotangen dan sebagainya
Al-Khawarizmi termasuk seorang diantara sekalian banyak intelektual muslim yang mewariskan teorema-teorema Trigonometri tersebut.

Diantara Karya-karya Al-Khawarizmi
1. Al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabala, karya ini sebagian telah diterjemahkan oleh Robert dari Chester dengan judul Liber Algebras et Almucabola. setelah itu versi kedua diterjemahkan oleh Gerard dari Cremona dengan judul De Jebraet Almucabola.
2. Kitab Hisab al-Adab al-Hindi, diterjemahkan oleh John dari Seville dengan judul Liber Alghoarisme de Practica Arismetrice.
3. Karya Al-Khawarizmi yang dianggap penting dan telah disalin kebahasa latin oleh Prince Boncompagni dengan judul Trattati de Arithmetica. Buku ini membahas beberapa soal hitungan dan asal usul angka.
4. Karya Al-Khawarizmi di bidang astronomi yang masih tersimpan adalah versi bahasa latin yang telah diterjemahkan oleh Adelard dari Bath yaitu Astronomi Tabels.
5. Zij al-Shindhind, ini juga termasuk salah satu tabel astonomi yang telah diterjemahkan oleh Adelard kedalam bahasa latin dan diedit oleh H.Suter dengan judul Die Astronomischen Tafel des Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi.
6. Kitab Surat al-Ardh, yang berisi daftar bujur dan lintang kota-kota dan letak lokasinya.
7. Istikhraj Tarikh al-Yahudi, mengenai sistem penanggalan Yahudi.